Pages

About Company

Berbagai Penyebab Umum Seseorang Mengalami Prediabetes


Penumpukan kadar gula (glukosa) dalam aliran darah merupakan penyebab prediabetes. Terjadinya penumpukan gula dalam darah tersebut dipicu oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengolah gula dengan baik karena tidak optimalnya produksi insulin.
Jadi, tubuh penderita mengalami resistensi insulin di dalam pankreas. Padahal, hormon insulin inilah yang bertugas mengonversikan gula menjadi energi untuk tubuh. Dikarenakan kadar hormon insulin tidak mencukupi, gula dalam darah tidak dapat bergabung dengan sel tubuh untuk selanjutnya diolah menjadi energi. Penyebab umum prediabetes tersebut adalah berbagai hal berikut ini.
1.    Kelebihan Berat Badan

Berbagai Penyebab Umum Seseorang Mengalami Prediabetes

Kelebihan berat badan atau obesitas termasuk salah satu penyebab atau faktor risiko utama seseorang mengalami prediabetes. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki, terutama di antara otot dan kulit di sekitar perut Anda. Jika terjadi penumpukan lemak di bagian tersebut, maka sel-sel tubuh Anda semakin resisten terhadap insulin.

2.    Ukuran Pinggang Berlebih
Selain berat badan berlebih, ukuran pinggang berlebih juga termasuk penyebab umum prediabetes. Ukuran pinggang yang terlalu besar dari ukuran normal dapat menunjukkan adanya resistensi insulin. Risiko resistensi insulin naik untuk pria jika ukuran pinggangnya lebih besar dari 40 inci dan untuk wanita jika ukuran pinggangnya lebih besar dari 35 inci.

3.    Pola Diet
Pola makan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh, termasuk terkait dengan kadar gula darah. Jika berniat menerapkan pola diet, maka Anda harus memilih pola diet yang benar. Makan daging merah dan juga daging olahan sangat berisiko menyebabkan penumpukan lemak. Minum minuman dengan kadar gula tinggi juga dikaitkan dengan risiko prediabetes yang lebih tinggi.

Agar diet tidak menjadi penyebab utama prediabetes, terapkan pola diet yang benar dengan memilih makanan yang menyehatkan. Terapkan diet yang tinggi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, serta minyak zaitun yang dikaitkan dengan risiko pradiabetes yang lebih rendah.

4.    Malas Bergerak
Kegiatan yang dilakukan juga berkaitan erat dengan faktor pemicu prediabetes. Semakin Anda kurang aktif, maka semakin besar risiko prediabetes yang bisa dialami. Untuk menghindari atau meminimalisasinya, Anda harus aktif dan rutin melakukan aktivitas fisik. Kegiatan fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengontrol berat badan, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin.

5.    Faktor Usia
Meskipun diabetes bisa dialami pada usia berapa pun, risiko prediabetes akan meningkat setelah usia 45. Hal ini mungkin disebabkan karena pada usia ini, seseorang cenderung kurang berolahraga, kehilangan massa otot, dan pertambahan berat badan seiring bertambahnya usia.

6.    Riwayat Keluarga
Riwayat keluarga menjadi penyebab umum prediabetes yang sangat besar risikonya. Risiko prediabetes akan meningkat jika mempunyai orang tua ataupun saudara kandung dengan diabetes tipe 2.

7.    Diabetes Gestasional
Jika saat hamil Anda menderita diabetes gestasional, maka ibu dan bayi akan berisiko lebih tinggi terkena prediabetes. Jika Anda melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 9 pound (4,1 kilogram), Anda juga berisiko lebih tinggi mengalami prediabetes. Selain itu, sindrom ovarium polikistik juga dapat memengaruhi. Kondisi diabetes gestasional ini ditandai oleh periode menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, dan obesitas yang meningkatkan risiko prediabetes pada perempuan.

Seseorang yang mengalami kelainan tidur tertentu (obstructive sleep apnea) juga mempunyai peningkatan risiko resistensi insulin. Orang yang mempunyai masalah tidur, juga dimungkinkan dapat mengalami peningkatan risiko prediabetes atau diabetes tipe 2.

Berbagai penyebab umum prediabetes di atas harus dipahami agar Anda dapat menghindarinya. Untuk itu, jagalah pola makan agar tidak mengalami kelebihan berat badan dan menghindari makanan dengan kadar gula tinggi. Rutin melakukan aktivitas juga dapat mencegah atau mengurangi timbulnya gejala prediabetes.
 

Most Reading

Sidebar One